Senin, 07 Mei 2012
PENGARUH GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN
Kata globalisasi di ambil dari kata “globe” (bola dunia) menjadi global yang artinya mendunia.
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan peningkatan atau keterikataan antar bangsa dan antar manusia didunia.Hubungan antara bangsa dan antar manusia tersebut dapat berupa hubungan perdagangan,investasi,budaya,dan bentuk interaksi lainnya.
Hal ini diakibatkan oleh pertumbuhan perdagangan internasional,peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan pengaturan perdagangan internasional oleh organisasi World Trade Organization (WTO). Peningkatan interaksi budaya melalui perkembangan media masa seperti sarana televisi,film,musik,transmisi berita dan olahraga internasional.adapun dalam bidang lain seperti bidang fashion,literatur,dan makanan.
Perkembangan Teknologi di Era Globalisasi
Perkembangan teknologi di era globalisasi sangat pesat.sektor teknologi informasi dan telkomunikasi merupakan sektor yang paling dominan dibandingkan sektor teknologi lainnya.siapa saja yang akan menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.karena teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang apa saja. Seperti e-government, e- commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainnya. Yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.
Perkembangan Pendidikan di Era Globalisasi
Perubahan dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka.Kecenderunga dunia pendidikan dimasa mendatang adalah berkembangnya Pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning) dengan menggunakan teknologi seperti online dan yang lain sebagai sarana belajar.
Sumber : www.google.com
PERUBAHAN SOSIAL
1. PENGERTIAN
Perubahan sosial menunjukan adanya perubahan stuktur pada masyarakat. pada dasarnya masyarakat pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut dapat diketahui dengan cara membandingkan keadaan masyarakat pada masa atau periode tertentu dengan keadaan masyarakat pada masa lampau (masa sebelumnya). Perubahan yang terjadi pada masyarakat pada dasarnya adalah proses terus-menerus, karena masyarakat bersifat dinamis. Di dalam masyarakat satu dengan masyarakat lainnya perubahan tidak terjadi secara bersamaan, karena setiap masyarakat ada yang mengalami perubahan secara cepat dan lambat, karena disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi.
Perubahan sosial dapat disimpulkan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam aspek-aspek struktur pada masyarakat, ataupun perubahan karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan, karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis, maupun karena berubahnya system hubungan sosial.
Faktor Perubahan sosial
Beberapa faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial, faktor yang bersumber dari dalam (faktor internal) dan faktor yang datang dari luar (faktor eksternal) masyarakat. Beberapa faktor penyebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat, di antaranya adalah: perubahan kompisisi penduduk, penemuan baru, konflik sosial, dan pemberontakan.
1. Perubahan komposisi penduduk
Bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk merupakan keadaan yang menunjukkan terjadinya perubahan komposisi penduduk.. Pertambahan jumlah penduduk yang cepat yang tidak diimbangi dengan meningkatnya produksi dapat menimbulkan perubahan sosial. Misalnya kemiskinan, pengangguran dan kejahatan. Sebaliknya, berkurangnya jumlah penduduk yang disebabkan oleh tingkat kematian yang tinggi atau migrasi ke luar, dapat pula menimbulkan perubahan sosial, seperti kekurangan tenaga kerja.
2. Penemuan baru
Inovasi (innovation) yaitu penemuan yang dihasilkan diadopsi oleh anggota masyarakat dapat menimbulkan perubahan sosial. Penemuan alat komunikasi telah membawa perubahan sosial secara luas, penemuan dan penggunaan alat-alat mekanik dalam bidang pertanian telah mendorong terjadinya perubahan sosial dari masyarakat agraris ke masyarakat industri.
3. Konflik sosial
Konflik sosial yaitu pertentangan yang terjadi dalam masyarakat, baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya terdapat pertentangan antara generasi baru dengan generasi tua terhadap kaidah yang berlaku, perselisihan antar petani untuk mendapatkan air.
4. Pemberontakan
Pemberontakan atau revolusi yang berasal dari anggota masyarakat, misalnya pemberontakan terhadap penjajah atau pemimpin yang otoriter. Dewasa ini muncul pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan masyarakat desa untuk menentang atau memberhentikan Kepala Desa. Sedangkan perubahan sosial yang disebabkan oleh faktor eksternal dapat berasal dari lingkungan alam maupun pengaruh dari pihak masyarakat luar. Lingkungan alam yang bersifat alamiah dan yang berubah karena adanya campur tangan manusia dapat menjadi faktor penyebab terjadinya perubahan sosial. Lingkungan alam yang bersifat alamiah, misalnya terjadi bencana alam (banjir, longsor, kekeringan, dan gempa bumi atau gunung api meletus). Sedangkan lingkungan alam yang mengalami campur tangan manusia sehingga menjadi bentang budaya, misalnya: dibangunnya bendungan, jalan raya, alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian atau pemukiman penduduk.
Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial
Berlangsungnya proses perubahan sosial karena terdapat daya pendorong yang terdapat pada masyarakat yang mengalami perubahan, di samping memiliki faktor penghambat. Beberpa faktor pendorong terjadinya perubahan sosial adalah: sistem pendidikan yang maju, sikap mengahargai hasil karya orang lain, keinginan untuk maju, adanya toleransi terhadap perubahan yang menyimpang, sistem kemasyarakatan terbuka, penduduk heterogen, ketidakpuasan terhadap bidang kehidupan tertentu, disorganisasi dalam masyarakat, sikap mudah menerima inovasi, adanya kontak dengan fihak lain, difusi intra-inter masyarakat, orientasi ke masa depan, dan nilai social yang mendukung upaya perbaikan nasib.
Selain faktor pendukung di atas, suatu masyarakat akan mengalami hambatan dalam proses
perubahan social. Hal ini dapat terjadi karena terdapatnya beberapa hambatan, diantaranya
adalah: perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat, sikap masyarakat tradisional, kepentingan yang telah tertanam dengan kuat, prasangka buruk terhadap pihak luar, rasa takut
terjadinya kegoyahan dalam integrasi masyarakat (disintegrasi), sikap tertutup terhadap unsur unsur perubahan yang dating dari luar, kurangnya hubungan atau komunikasi dengan masyarakat lain, dan faktor lokasi yang terisolir.
Faktor pendorong dan penghambat terjadinya perubahan senantiasa ada di setiap
masyarakat. Perubahan sosial akan terjadi manakala faktor pendorong lebih kuat dari pada faktor penghambat. Sebaliknya, jika faktor penghambat lebih besar dari pada faktor pendorong maka perubahan sosial akan terhambat bahkan tidak terjadi
2. BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan sosial dibagi menjadi beberapa bentuk, diantaranya :
• Perubahan sosial yang bersifat cepat dan yang bersifat lambat
Perubahan sosial yang cepat pada umunya disebut dengan revolusi. Hal yang pokok dari revolusi adalah terdapatnya perubahan yang terjadi secara cepat dan menyangkut dasar-dasar kehidupan manusia. Kecepatan perubahan secara revolusi sebenarnya bersifat relative, karena perubahan secara revolusi dapat terjadi secara direncanakan dan tidak direncanakan. Contoh perubahan revolusi secara cepat adalah Revolusi Industri di Inggris, yaitu perubahan proses produksi dari cara-cara tradisional (penggunaan tangan) ke proses produksi dengan penggunaan mesin. Proses perubahan ini dianggap cepat karena mengubah sendi-sendi kehidupan masyarakat, yaitu dengan adanya system hubungan buruh dengan majikan. Revolusi diakatakan sudah terjadi jika ditemukan beberapa keadaan, seperti :
- Adanya perasaan tidak puas dalam masyarakat dengan suatu keadaan dan ingin mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut
- Adanya pemimpin yang dianggap mampu memimpin dalam masyarakat tersebut
- Adanya waktu yang tepat atau momentum untuk melakukan perubahan
Sedangkan perubahan sosial yang bersifat lambat dinamakan evolusi, merupakan serangkaian perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Evolusi biasanya terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi baru yang tumbuh seiring perkembangan masyarakat.
• Perubahan yang bersifat makro dan yang bersifat mikro
Perubahan yang bersifat besar (mikro) pada umumnya adalah perubahan yang dapat membawa pengaruh besar kepada masyarakat. Contohnya industrialisasi pada masyarakat yang masih agraris, pengaruh dari proses ini lembaga kemasyarakatan akan terkena pengaruhnya, yakni hubungan kerja, system kepeimilikan tanah, dan klasifikasi masyarakat.
Sedangkan yang bersifat kecil (mikro) adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada unsur-unsur sosial yang tidak membawa akibat langsung pada masyarakat. Misalnya, perubahan gaya potongan rambut tidak akan membawa pengaruh kepada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain; perkembangan IPTEK yang lambat; sifat masyarakat yang sangat tradisional; ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat; prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru; rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan; hambatan ideologis; dan pengaruh adat atau kebiasaan.
SUMBER : www.google.com
Langganan:
Komentar (Atom)